HAKIKAT PENELITIAN KUALITATIF
BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kegiatan penelitian ilmiah saat ini banyak dilakukan oleh lembaga
penelitian baik oleh lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi, lembaga
pemerintahan maupun oleh pihak swasta. Penelitian atau riset itu sendiri
dilakukan dengan metode penelitian tertentu. Noelaka, 2014 menyebutkan bahwa
metode penelitian ialah suatu cara ilmiah yang dilakukan untuk memperoleh data
dengan tujuan dan memiliki fungsi tertentu yang didasarkan pada ciri keilmuan
yaitu rasional, empiris, dan sistematis.
Saat seseorang akan
memulai sebuah penelitian berupa skripsi, tesis, atau disertasi, seringkali
disibukkan dengan bentuk penelitian yang akan digunakan. Terkadang cepat
memperoleh ide atau gagasan penelitian, namun masih bingung untuk membuat model
penelitian dipilih. Ditambah dengan anggapan bahwa sejatinya sebuah penelitian
akan selalu berurusan dengan statistika. Sehingga secara tidak langsung kita
telah didoktrinasi untuk selalu membuat bentuk penelitian kuantitatif.
Dalam perkembangannya,
terdapat beragam metode penelitian yang sesuai dengan paradigma keilmuan, serta
realita gejala yang hendak diuangkap atau dikaji. Untuk dapat memilih metode
yang tepat seorang peneliti dituntut memahami substansi keilmuan/bidang kajian
dan metodologi penelitian. Ditjen MPMTK (2008). Salah satu metode penelitian
dimaksud ialah metode penelitian kualitatif. Penelitian dengan pendekatan
kualitatif di dalamnya mengandung usulan penelitian, proses, hipotesis, turun
ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya
mempergunakan aspek-aspek kecenderungan, non perhitungan numerik, situasional
deskriptif, interview mendalam, analisis isi, bola salju dan stor
Musianto, 2002.
Raco, 2010 menyatakan
metode kualitatif ini gencar digunakan di belahan dunia lain seperti Amerika
dan Eropa, tetapi di Indonesia metode ini belum banyak dikenal apalagi
digunakan. Metode kualitaif perlu diperdalam dan disosialisasikan oleh kaum
akademisi, khususnya dalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan, karena banyak masalah
kemanusiaan yang muncul di masyarakat membutuhkan jawabannya. Untuk itu,
penggunaan metode kualitatif dalam penelitian sosial menjadi suatu keharusan
untuk menangkap arti permasalahan sosial sehingga mempermudah pencarian jalan
keluarnya.
Berdasarkan latar
belakang tersebut maka penulis mengambil judul tentang hakikat penelitian
kualitatif dengan maksud supaya dapat menggali wawasan menganai penelitian
kualitatif.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa perbedaan
tujuan pada penelitian kualitatif dan penelitian kuantitattif?
2.
Apa perbedaan hipotesis
pada penelitian kualitatif dan penelitian kuantitattif?
3.
Apa yang menjadi
dasar penelitian kualitatif?
4.
Apa saja alat-alat
yang digunakan dalam penelitian kualitatif?
5.
Bagaimana
merancangan penelitian kualitatif?
6.
Bagaimana cara
menganalisis fitur dan tahapan penelitian kualitatif ?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui
perbedaan tujuan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif
2.
Untuk mengetahui
perbedaan hipotesis dalam penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif
3.
Untuk mengetahui
dasar dalam penelitian kualitatif
4.
Untuk mengetahui
alat-alat yang digunakan dalam penelitian kualitatif
5.
Untuk mengetahui
cara merancang penelitian kualitatif
6.
Untuk mengetahui
cara menganalisis fitur serta tahapan dalam penelitian kualitatif.
BAB II
INTI
A.
Perbedaan Tujuan dan Hipotesis Penelitian Kualitatif dan
Kuantitattif
Pernyataan tujuan adalah
pernyataan yang memajukan arah keseluruhan atau fokus untuk penelitian. Peneliti mendeskripsikan
tujuan dari sebuah penelitian dalam satu atau lebih kalimat yang terbentuk
secara ringkas. Ini digunakan baik dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif yang biasanya ditemukan di
bagian "pernyataan masalah". Ini sering muncul sebagai kalimat
terakhir dari sebuah pengantar. Anda dapat mengenalinya karena para peneliti
biasanya menyatakannya dimulai dengan frasa. Tidak seperti pernyataan tunggal yang ditemukan dalam
pernyataan tujuan, para peneliti biasanya menyatakan beberapa pertanyaan
penelitian sehingga mereka dapat sepenuhnya mengeksplorasi suatu topic Creswell (2014).
Pernyataan
tujuan membantu mengarahkan atau memfokuskan arah penelitian, sehingga dapat
mengeskplorasi penelitian yang dilakukan. Penelitian bertujuan untuk menemukan
masalah-masalah yang menimbulkan hambatan terhadap pembangunan dan mencari
cara-cara penanggulangan hambatan itu, supaya pembangunan dapat berhasil secara
optimal Achmadi (2003).
Musianto (2002) menyebutkan bahwa tujuan
utama penelitian untuk pengembangan
kebenaran dalam ilmu pengetahuan. Jadi metodologi adalah alat yang dapat
berubah dari saat ke saat. Tujuan penelitian itu sendiri pada masing-masing
pendekatan penelitian yang dipilih berbeda, antara pendekatan penelitian
kualitatif dan pendekatan kuantitatif.
Creswell (2014) menyebutkan bahwa penelitian kualitatif
dan peneliti kuantitatif memiliki perbedaan antara tujauan dan hipotesisnya.
Berikut penjelasannya:
1)
Tujuan
penelitian kualitatif pada
umumnya mencangkup informasi tentang fenomena utama yang dieksplorasi
dalam penelitian, partisipan penelitian, dan lokasi penelitian. Tujuan
penelitian kualitatif juga bisa menyatakan rancangan penelitian yang dipilih.
Tujuan ini ditulis dengan istilah-istilah “teknis” penelitian yang bersumber
dari bahasa penelitian kualitatif menurut Schwant, 2007 (dalam Creswell, 2014).
Berikut beberapa hal mendasar dalam menulis tujuan penelitian kualitatif:
a.
Gunakan
kata-kata seperti tujuan dimaksud
b.
Gunakan
pada satu fenomena (atau konsep atau aggasan) utama.
c.
Gunakan
verba tindakan untuk menunjukan bahwa ada proses belajar dalam penelitian anda.
Verb atau frasa tindakan, seperti memehami, mengembangkan, meneliti makna, atau
menemukan, akan membuat penelitian anda terbuka atas kemungkinan klain dan
memunculkan suatu rancangan.
d.
Gunakan
frasa dan kata yang netral atau bahasa tidak langsung seperti daripada
menggunakan kata “pegalaman sukses individu”, lebih baik memakai kata
“pengalaman individu”, dan jangan terlalu sering menggunakan kata atau frasa
yang problematis.
e.
Sajikan
definisi kerja umum mengenai fenomena atau gagasan utama, khususnya jika
fenomena tersebut merupakan istilah yang tidak dipahami oleh pembaca luas.
f.
Gunakan
kata-kata yang menunjukan strategi penelitian kata-kata yang menunjukan
strategi penelitian kata-kata yang menunjukan strategi penelitian.
g.
Jelaskan
para partisipan yang terlibat dalam penelitian.
h.
Tunjukkan
lokasi dilakukannya penelitian
i.
Gunakan
beberapa bahasa yang membatasi ruang lingkup partisipan atau lokasi penelitian.
2)
Tujuan penelitian
kuantitatif meliputi variabel-variabel dalam penelitian dan hubungan antar variabel
tersebut, para partisipan, dan lokasi penelitian. Tujuan ditulis dengan bahasa yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif dan juga mencangkup pengujian deduktif atau
hubungan atau teori tertentu. Untuk menulis tujuan penelitian kuantitatif, ada
sejumlah hal yang perlu diperhatikan:
a.
Gunakan
kata untuk menandai tujuan penelitian.
b.
Tunjukkan
teori, model atau kerangka konseptual yang digunakan.
c.
Tunjukkan
variabel terikat dan variabel bebas,
serta variabel-variabel lain, sperti mediate, moderate, atau kontrol yang
digunakan dalam penelitian.
d.
Gunakan
kata-kata yang dapat menghubungkan variabel bebas dan variabel terkait untuk
menunjukan bahwa kedua jenis variabel ini benar-benar saling berhubungan.
e.
Tempatkan
dan susunlah variabel-variabel ini dari kiri ke kanan, dengan variabel bebas.
f.
Tentukan
jenis strategi penelitian.
g.
Tunjukan
secara jelas partisipan (atau unit analisis) dan lokasi penelitian tersebut.
h.
Defisinikan
masing-masing variabel kunci misal dengan menggunakan definisi-definisi yang sudah
diterima secara umum yang berasal dari literatur-literatur.
3)
Penelitian
kualitatif peneliti menyatakan rumusan
masalah bukan sasaran peneiltian (seperti hasil akhir yang ingin diperoleh dalam
penelitian) atau hipotesis (misalnya, prediksi yang melibatkan variabel dan
pengujian hipotesis). Rumusan masalah untuk penelitian ini mengandaikan dua
bentuk yaitu satu rumusan masalah utama dan beberapa subrumusan masalah
spesifik. Berikut beberapa cara yang dirumuskan:
a.
Ajukan
satu atau dua pertanyaan utama.
b.
Bertanyalah
tidak lebih dari lima sampai tuju subpertanyaan selain dari pertanyaan anda.
c.
Kaitkan
pertanyaan utama dengan subpertanyaan.
d.
Awali
rumusan maslah penelitian anda dengan kata-kata apa bagaimana untuk menunjukan
keterbukaan penelitian.
e.
Fokus
pada fenomena atau konsep utama.
f.
Gunakan
verba-verba eksploratif.
g.
Upayakan
rumusan masalah berkembang dan berubah selama penelitian berlangsung, namun
tetap konsisten dengn asumsi dasar rancangan penelitian.
h.
Gunakan
pernyataan open-ended (terbuka) tanpa
merujuk pada literatur atau teori tertentu.
i.
Perinci
para partisipan dan lokasi penelitian.
4)
Hipotesis
penelitian kuantitatif
Penelitian ini menyajikan rumusan msalah dan hipotesis
penelitian. Rumusan masalah berupa pertanyaan tentang hubungan antar variabel
yang akan dianalisis oleh peneliti. Sedangkan hipotesis kuantitatif merupakan
prediksi yang dibuat peneliti tentang hubungan antarvariabel yang diharapkan.
Hipotesis ini berupa pemikiran numerik atas populasi yang dinilai berdasarkan
data sampel penelitian. Dalam sebuah
penelitian kuantitatif hal dasar yaang dijadikan dalam perumusan tujuan penelitian serta hipotesis ialah harus
memahami penting dan guna adanya variabel. Sebuah variabel adalah karakteristik atau atribut dari individu atau organisasi yang (a) peneliti
dapat mengukur atau mengamati dan (b) bervariasi di antara individu atau
organisasi
yang diteliti.
Jika membicarakan tentang hipotesis, hipotesis dalam
penelitian kuantitatif berfungsi untuk mempersempit pernyataan tujuan, tetapi hipotesis memajukan prediksi
tentang apa yang diharapkan peneliti untuk ditemukan. Peneliti dapat membuat
prediksi ini karena studi masa lalu dalam literatur yang menunjukkan hasil
tertentu. Juga, hipotesis tidak digunakan untuk menggambarkan variabel tunggal
seperti yang ditemukan dalam kasus pertanyaan penelitian. Panduan penentuan
hipotesis dalam penelitian kuantitatif ialah perlu memasukkan komponen
spesifik.
Moleong (2011) berpendapat bawa hipotesis dalam
penelitian kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan, korelatif, perbandingan-kausal, dan eksperimen, sedangkan
dalam penelitian kualitatif ialah cenderung untuk mencari dan menemukan dan
menyimpulkan hipotesis. Hipotesis dilihat sebagai sesuatu yang tentatif, berkembang, dan didasarkan pada sesuatu studi tertentu.
Berikut pedoman
untuk penulisan hipotesis dalam penelitian kuantitatif
adalah:
a) Nyatakan
variabel dalam urutan ini: independen (posisi pertama), dependen (posisi
kedua), dan kontrol (posisi ketiga).
b) Jika
anda membandingkan kelompok dalam hipotesis anda, nyatakan kelompok secara
eksplisit; jika variabel terkait, tentukan hubungan antar variabel.
c) Buat
prediksi tentang perubahan yang anda harapkan dalam grup anda, seperti kurang
atau lebih menguntungkan atau tidak ada perubahan (misalnya, tidak ada
perbedaan). Anda kemudian akan menguji prediksi ini menggunakan prosedur
statistik.
B.
Dasar-dasar dalam Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif mengkaji atau memahami
fenomena sosial melalui gambaran holistik dan memperbanyak pemahaman mendalam Moleong (2011). Fenomena sentral adalah konsep atau
proses yang dieksplorasi dalam penelitian kualitatif. Menurut Leddy (2005) studi kualitatif memanfaatkan
data nonnumerik (misalnya, informasi verbal, tampilan visual). Peneliti
kualitatif sering membangun narasi interpretatif dari data mereka dan mencoba
untuk menangkap kompleksitas fenomena tertentu.
Iskandar (2009)
menyebutkan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk
memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya
perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara
deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang
alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Penelitian kualtitatif
adalah penelitian yang berpegang kepada paradigma naturalistik atau fenomenologi.
Ini karena penelitian kualitatif senantiasa dilakukan dalam setting alamiah
terhadap suatu fenomena. Selain itu, penelitian kualitatif juga berpedoman
kepada paradigma (pluralistik) maknanya lebih banyak menggunakan teknik
pengumpulan data yang digunakan, lebih baik hasil penelitian, karena dapat
memberikan bukti (chain of evidences)
yang diperlukan untuk meningkatkan kesahihan internal (internal validity) dan kesahihan eksternal (eksternal validity) data yang dikumpulkan.
C.
Alat-alat yang Digunakan dalam Penelitian Kualitatif
Pengumpulan data pada setian penelitian sangat dibutuhkan
untuk menunjang proses menjawab tujuan penelitian yang dilakukan. Setiap
penelitian memiliki alat pengumpulan data yang berbeda-beda. Pada penelitian
kualitiatif alat yang digunakan untuk mengumpukan data berupa instrumen.
Menurut Indranata (2008) instrumen
penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri atau dengan bantuan orang
lain merupakan alat pengumpul data utama. Hal itu dilakukan karena
jika memanfaatkan alat yang bukan
manusia dan mempersiapkan diri terlebih
dahulu sebagai yang lazim digunakan sebagai penelitian klasik, maka sangat tidak mungkin untuk mengadakan penyesuaian terhadap
kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan.
Iskandar (2009) juga menyatakan bahwa peniliti
kualitatif diharapkan mampu menguasi wawasan terhadap bidang yang diteliti. Tugas
peneliti juga sebagai instrumen harus mampu menetapakan fokus penelitian memilih informan
yang mampu memberikan informasi tentang masalah yang diteliti, melakukan
pengumpulan data, menilai kualitas data, menyajikan (display data) melakukan verifikasi dan membuat kesimpulan atas temuan dilapangan
sebagai jawaban dari masalah yang diteliti.
D.
Cara Merancang Penelitian Kualitatif
Seorang peneliti yang akan melakukan penelitian
kualitatif harus terlebih dahulu memperhatikan prosedur atau langkah-langkah
penelitian kualitatif. Prosedur penelitian kualitatif bersifat fleksibel sesuai
dengan kebutuhan, serta situasi dan kondisi di lapangan. Sudarwan, 2002 (dalam
Kuntjojo, 2009) menyebutkan secara garis besar tahapan serta hal umum yang
harus dilakukan peneliti dalam penelitian kualitatif :
1. Tahapan penelitian kualitatif
a)
Merumuskan masalah sebagai fokus penelitian
b)
Mengumpulkan data
dilapangan
c)
Menganalisisi data
d)
Merumuskan hasil
studi
e)
Menyususn
rekomendasi untuk pembuatan keputusan.
2. Hal umum yang harus dilakukan peneliti kualitatif
a)
Menyatakan masalah
penelitian.
b)
Menyatakan
penelitian merupakan hal esesial. Penelitian kualitatif melakukan penelitian
dengan cara menggali dan memahami peristiwa, fenomena, gejala yang terjadi
disetting sosial lapangan yang desuai dengan tujuan penelitian yang telah
dinyatakan lebih awal.
c)
Pembatasan masalah
melalui fokus penelitian
d)
Pembatasan masalah
sangat menentukan dalam penelitian kualitatif, walaupun sifatnya masih tentatif
atau sementara.
Menurut Creswell (2014)
penelitian kualitatif juga memiliki rancangan penelitian yang spesifik.
Rancangan ini utamanya terkait dengan pengumpulan data, analisis data, dan laporan penelitian , tetapi tetap berasal dari
berbagai disiplin dan terus berkembang dinamis sepanjang proses penelitian
(misalnya, jenis problem, masalah etis, dan sebagainya). Dalam menulis
prosedur penelitian untuk proposal
kualitatif, pertimbangkan tips penelitian berikut ini:
1. Jelaskan rancangan spesifik yang akan digunakan dan berikan
tinjaun pustaka yang membahas pendekatan tersebut
2. Sajikan
sejumlah informasi historis mengenai rancangan penelitian yang akan diterapkan, misalnya asal
mulanya, penerapannya, dan definisi ringkasnya.
3. Jelaskan
mengapa strategi tersebut dianggap sesuai untuk anda gunakan dalam penelitian.
4. Jabarkan
pula bagaimana penggunaan strategi tersebut dapat menentukan banyak aspek
proses rancangan, misalnya problem, rumusan masalah, cara pengumpulan data,
langkah analisis data, dan narasi/laporan akhir.
E.
Cara Menganalisis Fitur Serta Tahapan dalam Penelitian
Kualitatif
1.
Fitur Penelitian Kualitatif
Wallen 2014 menyebutkan beberapa fitur umum yang menjadi ciri
sebagian besar penelitian kualitatif, Bogdan dan Biklen mendeskripsikan lima fitur penelitian
kualitatif:
a) Pengaturan
alam adalah sumber langsung data, dan peneliti adalah instrumen kunci dalam
penelitian kualitatif.
b) Data
kualitatif dikumpulkan dalam bentuk kata atau gambar dan bukan angka.
Jenis-jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif termasuk
transkrip wawancara, catatan lapangan, foto, rekaman audio, videotape, buku
harian, komentar pribadi, memo, catatan resmi, bagian buku teks, dan hal lain
yang dapat menyampaikan kata-kata atau tindakan nyata orang-orang.
c) Peneliti
kualitatif peduli dengan proses serta produk. Peneliti kualitatif sangat
tertarik pada bagaimana hal-hal terjadi.
d) Peneliti
kualitatif cenderung menganalisis data mereka secara induktif. Peneliti
kualitatif tidak biasa merumuskan hipotesis sebelumnya dan kemudian mencari
untuk mengujinya. Sebaliknya, mereka cenderung "memainkannya ketika penelitian itu berjalan.
e) Bagaimana orang-orang memahami
kehidupan mereka merupakan perhatian utama bagi peneliti kualitatif. Minat
khusus Peneliti kualitatif terletak pada perspektif subyek penelitian. Peneliti
kualitatif ingin tahu apa yang dipikirkan subjek peneltian dalam sebuah
penelitian dan mengapa mereka berpikir tentang
apa yang mereka lakukan.
2.
Tahapan penelitian
kualitatif
Langkah-langkah dalam penelitian kualitatif menurut Wallen (2014). Langkah-langkah yang terlibat
dalam melakukan penelitian kualitatif tidak berbeda dengan penelitian
kuantitatif yaitu sering tumpang tindih dan kadang-kadang bahkan dilakukan secara
bersamaan. Setiap penelitian kualitatif memiliki titik awal dan akhir yang
berbeda.
a. Identifikasi
fenomena yang akan dipelajari. Sebelum studi apa pun bisa dimulai, peneliti
harus mengidentifikasi fenomena khusus untuk diselidiki. Misalkan, seorang peneliti
ingin melakukan penelitian dengan tujuan untuk menyelidiki interaksi antara
siswa minoritas dan nonminoritas di sekolah menengah di kota. Diakui, ini
adalah topik yang agak umum, tetapi itu memberikan titik awal dari mana
peneliti dapat melanjutkan. Disebutkan sebagai pertanyaan penelitian, peneliti
mungkin bertanya: "Sejauh mana dan dalam hal apa siswa minoritas dan
nonminoritas di sekolah menengah dalam kota berinteraksi?" Pertanyaan
seperti itu menunjukkan apa yang dikenal sebagai masalah yang dibayangkan.
b. Identifikasi
peserta dalam penelitian. Para peserta dalam penelitian ini merupakan sampel individu yang akan diamati (diwawancarai, dll.)
dengan kata lain, subyek penelitian. Dalam hampir semua penelitian kualitatif, sampel
adalah sampel purposive. Pengambilan
sampel acak biasanya tidak layak, karena peneliti ingin memastikan bahwa ia memperoleh sampel yang secara unik
sesuai dengan tujuan penelitian.
c. Generasi
hipotesis. Tidak seperti dalam kebanyakan studi kuantitatif, hipotesis tidak diajukan
pada awal penelitian oleh peneliti. Sebaliknya, mereka muncul dari data ketika
studi berlangsung. Sebagian akan segera dibuang sedangkan yang lain
dimodifikasi atau diganti dan yang baru dirumuskan. Sebuah studi kualitatif
yang khas dapat dimulai dengan beberapa, jika ada, hipotesis yang diajukan oleh
peneliti di awal, tetapi dengan beberapa yang dirumuskan, dipertimbangkan
kembali, dijatuhkan, dan dimodifikasi sebagai hasil penelitian.
d. Pengumpulan
data. Tidak ada "pengobatan" dalam studi kualitatif, juga tidak ada
"manipulasi" mata pelajaran. Para peserta dalam studi kualitatif
tidak dibagi menjadi kelompok-kelompok, dengan satu kelompok yang terkena
perawatan semacam dan efek dari pengobatan ini kemudian diukur dalam beberapa
cara. Data tidak dikumpulkan pada "akhir" dari penelitian.
Sebaliknya, pengumpulan data dalam studi penelitian kualitatif sedang
berlangsung. Peneliti terus mengamati orang, peristiwa, dan kejadian, sering
melengkapi pengamatannya dengan wawancara mendalam dari peserta terpilih dan
pemeriksaan berbagai dokumen dan catatan yang relevan dengan fenomena yang
menarik.
e. Analisis
data. Menganalisis data dalam studi kualitatif pada dasarnya melibatkan
menganalisis dan mensintesis informasi yang diperoleh peneliti dari berbagai
sumber (misalnya, observasi, wawancara, dokumen). Hipotesis biasanya tidak
diuji dengan cara prosedur statistik inferensial, seperti halnya dengan
penelitian eksperimental atau asosiasional, meskipun beberapa statistik,
seperti persentase, dapat dihitung jika muncul mereka dapat menjelaskan detail
spesifik tentang fenomena yang sedang diselidiki. Analisis data dalam
penelitian kualitatif, bagaimanapun, sangat bergantung pada deskripsi; bahkan
ketika statistik tertentu dihitung, mereka cenderung digunakan dalam bentuk
deskriptif daripada pengertian inferensial.
f. Interpretasi
dan kesimpulan. Dalam riset kualitatif, interpretasi-interpretasi masih terus
dilakukan sepanjang studi. Meskipun para peneliti kuantitatif secara bebas
telah mengambil kesimpulan dari bagian akhir penelitian mereka, para peneliti
kualitatif cenderung menggunakan interpretasi-interpretasi yang ada di luar.
Sebagai hasilnya, seseorang menemukan kesimpulan peneliti dalam studi
kualitatif kurang lebih terintegrasi dengan langkah-langkah lain dalam proses
penelitian.
Menurut Iskandar (2009) seorang peneliti
yang ingin menjalankan penelitian kualitatif harus memperhatikan
langkah-langkah umum sebagai berikut:
1. Menyatakan
Masalah Penelitian
Penelitian
kualitatif melalukan penelitian dengan dengan cara menggali dan memahami
peristiwa, fenomena, gejala yang terjadi di setting sosial lapangan.
2. Pembatasan
Masalah melalui fokus penelitian
Penelitian
kualitatif dimulai dari adanya masalah-masalah yag harus diteliti. Pembatasan
masalah melalui fokus penelitian merupakan tahap yang sangat menentukan dalam
penelitian kualitatif, walaupun sifatnya masih tentatif atau sementara dan
masih terus berkembang sewaktu penelitian.
3. Perumusan
masalah
Perumusan
masalah merupakan hal yang penting dalam menjalankan penelitian kualitatif yang
berbentuk pertanyaan yang dapat memandu peneliti untuk menjalankan penelitian.
4. Tujuan
Penelitian
Tujuan
penelitian kualitatif adalah untuk mencari solusi atau pemecahan masalah
yangbtelah dirumuskan.
5. Mengumpulkan
Literatur Yang Relevan
Kajian
literatur yang berhubungan dengan penelitian yang hendak dijalankan oleh
peneliti adalah sangat penting, seorang peneliti harus mengumpulkan
sumber-sumber atau bahan-bahan literatur seperti buku-buku, hasil penelitian
yang relvan dengan penelitian.
6. Menentukan
Pendekatan Penelitian
Menentukan
pendekatan apa yang digunakan, yang sesuai dengan masalah yang diteliti, apakah
peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi, pendekatan etnografi (budaya),
pendekatan studi kasus, penelitian sejarah, dan penelitian tindakan, hal ini
kembali pada relevansi masalah yang diteliti.
7. Menentukan
informan penelitian
Peneliti
harus mendefinisikan subjek yang ingin diteliti. Peneliti harus membuat
keputusan untuk memilih suatu populasi secara lebih spesifik (contohnya, siswa malas
bolos belajar) atau populasi yang lenih umum (contohnya siswa kelas satu, guru,
dosen atau orang tua siswa). Jika populasi yang ingin diteliti tersebut adalah
populasi yang sangat spesifik, maka peneliti harus melihat kesesuaian dan
kemudahan untuk mendapatkan subjek penelitian.
8. Menentukan
Waktu Penelitian
Peneliti
harus menentukan time frame, yaitu anggapan waktu penelitian yang akan
dijalankan. Sebaiknya penelitian menyediakan jadual peenelitian supaya dapat
memprediksikan lamanya waktu yang dibutuhkan dalam menjalankan penelitian
tersebut.
9. Teknik
Pengumpulan Data
Peneliti
dapat menggunakan berbagai teknik pengumpulan data. Teknik yang biasa digunakan
yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, dan analisis dokumen. Bagi setiap
teknik yang ingin digunakan, pengkaji harus menyediakan peralatan yang ingin
digunakan. Peralatan tersebut mungkin dalam bentuk pedoman wawancara, soal
pemerhatian atau " check list".
10. Kesahihan
dan Keterandalan Data
Teknik-teknik
yang biasa digunakan adalah seperti triangulasi, replication of logic, pattern
matching. Untuk menilai keboleh percayaan data dan sistem koding yang digunakan
formula yang dibuat oleh Cohen
(1962) boleh digunakan.
11. Analisis
Data Penelitian
Teknik
menganalisis data penelitian dapat dilakukan oleh peneliti dengan secara manual
atau berbentuk perangkat komputer. Analisis data dilihat sebagai suatu bentuk
penyediaan data dimana pengumpulan data dimulai dengan tahap penyediaan data,
reduksi data, penyajian data atau disusun mengikuti kategori dan pengambilan kesimpulan
sementara dan kemudian sampai kepada tahap membuat pernyataan kesimpulan
mengenai jawaban dari masalah yang diteliti.
BAB
III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Tujuan penelitian kualitatif dan kuantitatif berbeda jika
penelitian kuantitatif mencari hubungan antara beberapa variabel yang diteliti,
sedangkan dalam penelitian kualitatif bertujuan untuk mengkaji fenomena umum.
Hipotesis penelitian kuantitatif dimaksudkan untuk , sedangkan pada penelitian
kualitatif. Hal yang mendasari adanya penelitian kualitatif ialah keingan
seorang dalam mengkaji fenomena umum. Alat yang diguankan dalam penelitian
kualitatif adalah peneliti itu sendiri dengan menggunakan instrument
pengumpulan data. Penelitian kualitatif dapat dirancang secara fleksibel. Rancangan
spesifiknya dengan menyajikan sejumlah informasi
historis, menjelaskan mengapa
strategi tersebut dianggap sesuai dalam penelitian, menjabarkan bagaimana penggunaan strategi
tersebut dapat menentukan banyak aspek proses rancangan.
Fitur dalam penelitian kualitatif dinataranya pengaturan
alam, data kualitatif dikumpulkan dalam
bentuk kata atau gambar, peneliti
kualitatif peduli dengan proses serta produk,
peneliti kualitatif cenderung menganalisis data
mereka secara induktif, dan bagaimana orang-orang memahami
kehidupan mereka merupakan perhatian utama bagi peneliti kualitatif. Serta tahapan dalam penelitian kualitatif diantaranya:
identifikasi fenomena identifikasi peserta dalam penelitian, generasi hipotesis, pengumpulan data, analisis, data interpretasi dan
kesimpulan.
2.
Saran
Sebaiknya dalam
melaksanakan penelitan hendaknya peneliti memahami masalah yang akan diteliti
dan memahami konsep dasar dari jenis penelitian, sehingga peneliti tidak keliru
dalam menentukan jenis penelitian.
DAFTAR
PUSTAKA
Abu, Achmadi dan Cholid Narbuko. 2003. Metodologi Penelitian. PT. Bumi Aksara: Jakarta.
Creswell,
John W. 2014. Educational Research:
Planning, Conducting, And Evaluating Quantitative And Qualitative Research.
Pearson: New York.
Ditjen. PMPTK. 2008. Pendekatan, Jenis, Dan Metode Penelitian
Pendidikan. Ditjen PMPT: Jakarta.
Indranata, Iskandar. 2008. Pendekatan Kualitatif untuk Pengendalian
Kualitas. UI Press: Jakarta
Iskandar. 2009 . Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kualitattif dan Kuantitatif). Ciputat Jakarta: Gaung Persada Press
Moleong. 2011. Metodologi
Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya: Bandung.
Musianto, Lukas S. 2002. Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan
Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian. Jurnal Manajemen &
Kewirausahaan Vol. 4, No. 2, September
2002: 123 - 136
Noelaka, Amos. 2014. Metode Penelitian dan Statistik untuk
Perkuliahan Penelitian Mahasiswa Sarjana dan Pasca Sarja. PT. Remaja
Rosdakarya: Bandung.
Raco. 2010. Metode Penelitian Kualitatif Jenis, Karakteristik, dan Keunggulannya. PT.
Grasind: Jakarta.
Sudarwan,
Danim. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif.
Pustaka Setia: Jakarta
Wallen, Norman dan Jack R. Fraenkel. 2016..
How To Design And Evaluate Research In
Education. McGraw-Hill Companies, Inc: New York.
Comments
Post a Comment