HAKIKAT PENELITIAN KUALITATIF



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Kegiatan penelitian  ilmiah saat ini banyak dilakukan oleh lembaga penelitian baik oleh lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi, lembaga pemerintahan maupun oleh pihak swasta. Penelitian atau riset itu sendiri dilakukan dengan metode penelitian tertentu. Noelaka, 2014 menyebutkan bahwa metode penelitian ialah suatu cara ilmiah yang dilakukan untuk memperoleh data dengan tujuan dan memiliki fungsi tertentu yang didasarkan pada ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis.
Saat seseorang akan memulai sebuah penelitian berupa skripsi, tesis, atau disertasi, seringkali disibukkan dengan bentuk penelitian yang akan digunakan. Terkadang cepat memperoleh ide atau gagasan penelitian, namun masih bingung untuk membuat model penelitian dipilih. Ditambah dengan anggapan bahwa sejatinya sebuah penelitian akan selalu berurusan dengan statistika. Sehingga secara tidak langsung kita telah didoktrinasi untuk selalu membuat bentuk penelitian kuantitatif.
Dalam perkembangannya, terdapat beragam metode penelitian yang sesuai dengan paradigma keilmuan, serta realita gejala yang hendak diuangkap atau dikaji. Untuk dapat memilih metode yang tepat seorang peneliti dituntut memahami substansi keilmuan/bidang kajian dan metodologi penelitian. Ditjen MPMTK (2008). Salah satu metode penelitian dimaksud ialah metode penelitian kualitatif. Penelitian dengan pendekatan kualitatif  di dalamnya mengandung  usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek-aspek kecenderungan, non perhitungan numerik, situasional deskriptif,  interview  mendalam, analisis isi, bola salju dan stor Musianto, 2002.
Raco, 2010 menyatakan metode kualitatif ini gencar digunakan di belahan dunia lain seperti Amerika dan Eropa, tetapi di Indonesia metode ini belum banyak dikenal apalagi digunakan. Metode kualitaif perlu diperdalam dan disosialisasikan oleh kaum akademisi, khususnya dalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan, karena banyak masalah kemanusiaan yang muncul di masyarakat membutuhkan jawabannya. Untuk itu, penggunaan metode kualitatif dalam penelitian sosial menjadi suatu keharusan untuk menangkap arti permasalahan sosial sehingga mempermudah pencarian jalan keluarnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis mengambil judul tentang hakikat penelitian kualitatif dengan maksud supaya dapat menggali wawasan menganai penelitian kualitatif.

B.  Rumusan Masalah
1.      Apa perbedaan tujuan pada penelitian kualitatif dan penelitian kuantitattif?
2.      Apa perbedaan hipotesis pada penelitian kualitatif dan penelitian kuantitattif?
3.      Apa yang menjadi dasar penelitian kualitatif?
4.      Apa saja alat-alat yang digunakan dalam penelitian kualitatif?
5.      Bagaimana merancangan penelitian kualitatif?
6.      Bagaimana cara menganalisis fitur dan tahapan penelitian kualitatif ?

C.  Tujuan
1.      Untuk mengetahui perbedaan tujuan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif
2.      Untuk mengetahui perbedaan hipotesis dalam penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif
3.      Untuk mengetahui dasar dalam penelitian kualitatif
4.      Untuk mengetahui alat-alat yang digunakan dalam penelitian kualitatif
5.      Untuk mengetahui cara merancang penelitian kualitatif
6.      Untuk mengetahui cara menganalisis fitur serta tahapan dalam penelitian kualitatif.

BAB II
INTI

A.    Perbedaan Tujuan dan Hipotesis Penelitian Kualitatif dan Kuantitattif
Pernyataan  tujuan adalah pernyataan  yang  memajukan arah keseluruhan atau fokus untuk penelitian. Peneliti mendeskripsikan tujuan dari sebuah penelitian dalam satu atau lebih kalimat yang terbentuk secara ringkas. Ini digunakan baik dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif yang biasanya ditemukan di bagian "pernyataan masalah". Ini sering muncul sebagai kalimat terakhir dari sebuah pengantar. Anda dapat mengenalinya karena para peneliti biasanya menyatakannya dimulai dengan frasa. Tidak seperti pernyataan tunggal yang ditemukan dalam pernyataan tujuan, para peneliti biasanya menyatakan beberapa pertanyaan penelitian sehingga mereka dapat sepenuhnya mengeksplorasi suatu topic Creswell (2014).
Pernyataan tujuan membantu mengarahkan atau memfokuskan arah penelitian, sehingga dapat mengeskplorasi penelitian yang dilakukan. Penelitian bertujuan untuk menemukan masalah-masalah yang menimbulkan hambatan terhadap pembangunan dan mencari cara-cara penanggulangan hambatan itu, supaya pembangunan dapat berhasil secara optimal Achmadi (2003).
Musianto (2002) menyebutkan bahwa tujuan utama penelitian untuk pengembangan kebenaran dalam ilmu pengetahuan. Jadi metodologi adalah alat yang dapat berubah dari saat ke saat. Tujuan penelitian itu sendiri pada masing-masing pendekatan penelitian yang dipilih berbeda, antara pendekatan penelitian kualitatif dan pendekatan kuantitatif.  
Creswell (2014) menyebutkan bahwa penelitian kualitatif dan peneliti kuantitatif memiliki perbedaan antara tujauan dan hipotesisnya. Berikut penjelasannya:
1)      Tujuan penelitian  kualitatif  pada  umumnya mencangkup informasi tentang fenomena utama yang dieksplorasi dalam penelitian, partisipan penelitian, dan lokasi penelitian. Tujuan penelitian kualitatif juga bisa menyatakan rancangan penelitian yang dipilih. Tujuan ini ditulis dengan istilah-istilah “teknis” penelitian yang bersumber dari bahasa penelitian kualitatif menurut Schwant, 2007 (dalam Creswell, 2014). Berikut beberapa hal mendasar dalam menulis tujuan penelitian kualitatif:
a.       Gunakan kata-kata seperti tujuan dimaksud
b.      Gunakan pada satu fenomena (atau konsep atau aggasan) utama.
c.       Gunakan verba tindakan untuk menunjukan bahwa ada proses belajar dalam penelitian anda. Verb atau frasa tindakan, seperti memehami, mengembangkan, meneliti makna, atau menemukan, akan membuat penelitian anda terbuka atas kemungkinan klain dan memunculkan suatu rancangan.
d.      Gunakan frasa dan kata yang netral atau bahasa tidak langsung seperti daripada menggunakan kata “pegalaman sukses individu”, lebih baik memakai kata “pengalaman individu”, dan jangan terlalu sering menggunakan kata atau frasa yang problematis.
e.       Sajikan definisi kerja umum mengenai fenomena atau gagasan utama, khususnya jika fenomena tersebut merupakan istilah yang tidak dipahami oleh pembaca luas.
f.       Gunakan kata-kata yang menunjukan strategi penelitian kata-kata yang menunjukan strategi penelitian kata-kata yang menunjukan strategi penelitian.
g.      Jelaskan para partisipan yang terlibat dalam penelitian.
h.      Tunjukkan lokasi dilakukannya penelitian
i.        Gunakan beberapa bahasa yang membatasi ruang lingkup partisipan atau lokasi penelitian.
2)      Tujuan penelitian  kuantitatif  meliputi  variabel-variabel dalam  penelitian dan hubungan antar variabel tersebut, para partisipan, dan lokasi penelitian. Tujuan ditulis dengan  bahasa yang berhubungan dengan  penelitian  kuantitatif dan  juga mencangkup pengujian deduktif atau hubungan atau teori tertentu. Untuk menulis tujuan penelitian kuantitatif, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan:
a.       Gunakan kata untuk menandai tujuan penelitian.
b.      Tunjukkan teori, model atau kerangka konseptual yang digunakan.
c.       Tunjukkan variabel terikat dan  variabel bebas, serta variabel-variabel lain, sperti mediate, moderate, atau kontrol yang digunakan dalam penelitian.
d.      Gunakan kata-kata yang dapat menghubungkan variabel bebas dan variabel terkait untuk menunjukan bahwa kedua jenis variabel ini benar-benar saling berhubungan.
e.       Tempatkan dan susunlah variabel-variabel ini dari kiri ke kanan, dengan variabel bebas.
f.       Tentukan jenis strategi penelitian.
g.      Tunjukan secara jelas partisipan (atau unit analisis) dan lokasi penelitian tersebut.
h.      Defisinikan masing-masing variabel kunci misal dengan  menggunakan definisi-definisi yang sudah diterima secara umum yang berasal dari literatur-literatur.
3)      Penelitian kualitatif  peneliti menyatakan rumusan masalah bukan sasaran peneiltian (seperti hasil akhir yang ingin diperoleh dalam penelitian) atau hipotesis (misalnya, prediksi yang melibatkan variabel dan pengujian hipotesis). Rumusan masalah untuk penelitian ini mengandaikan dua bentuk yaitu satu rumusan masalah utama dan beberapa subrumusan masalah spesifik. Berikut beberapa cara yang dirumuskan:
a.       Ajukan satu atau dua pertanyaan utama.
b.      Bertanyalah tidak lebih dari lima sampai tuju subpertanyaan selain dari pertanyaan anda.
c.       Kaitkan pertanyaan utama dengan subpertanyaan.
d.      Awali rumusan maslah penelitian anda dengan kata-kata apa bagaimana untuk menunjukan keterbukaan penelitian.
e.       Fokus pada fenomena atau konsep utama.
f.       Gunakan verba-verba eksploratif.
g.      Upayakan rumusan masalah berkembang dan berubah selama penelitian berlangsung, namun tetap konsisten dengn asumsi dasar rancangan penelitian.
h.      Gunakan pernyataan open-ended (terbuka) tanpa merujuk pada literatur atau teori tertentu.
i.        Perinci para partisipan dan lokasi penelitian.
4)      Hipotesis penelitian kuantitatif
Penelitian ini menyajikan rumusan msalah dan hipotesis penelitian. Rumusan masalah berupa pertanyaan tentang hubungan antar variabel yang akan dianalisis oleh peneliti. Sedangkan hipotesis kuantitatif merupakan prediksi yang dibuat peneliti tentang hubungan antarvariabel yang diharapkan. Hipotesis ini berupa pemikiran numerik atas populasi yang dinilai berdasarkan data sampel penelitian. Dalam sebuah penelitian kuantitatif hal dasar yaang dijadikan dalam perumusan  tujuan penelitian serta hipotesis ialah harus memahami penting dan guna adanya variabel. Sebuah variabel adalah  karakteristik atau atribut dari  individu atau organisasi yang (a) peneliti dapat mengukur atau mengamati dan (b) bervariasi di antara individu atau  organisasi yang diteliti.
Jika membicarakan tentang hipotesis, hipotesis dalam penelitian kuantitatif berfungsi untuk mempersempit pernyataan  tujuan, tetapi hipotesis memajukan prediksi tentang apa yang diharapkan peneliti untuk ditemukan. Peneliti dapat membuat prediksi ini karena studi masa lalu dalam literatur yang menunjukkan hasil tertentu. Juga, hipotesis tidak digunakan untuk menggambarkan variabel tunggal seperti yang ditemukan dalam kasus pertanyaan penelitian. Panduan penentuan hipotesis dalam penelitian kuantitatif ialah perlu memasukkan komponen spesifik.
Moleong (2011) berpendapat bawa hipotesis dalam penelitian kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan,  korelatif,  perbandingan-kausal, dan eksperimen, sedangkan dalam penelitian kualitatif ialah cenderung untuk mencari dan menemukan dan menyimpulkan hipotesis. Hipotesis dilihat sebagai sesuatu yang tentatif,  berkembang,  dan didasarkan pada sesuatu studi tertentu.
Berikut pedoman untuk penulisan hipotesis dalam penelitian kuantitatif adalah:
a)      Nyatakan variabel dalam urutan ini: independen (posisi pertama), dependen (posisi kedua), dan kontrol (posisi ketiga).
b)      Jika anda membandingkan kelompok dalam hipotesis anda, nyatakan kelompok secara eksplisit; jika variabel terkait, tentukan hubungan antar variabel.
c)      Buat prediksi tentang perubahan yang anda harapkan dalam grup anda, seperti kurang atau lebih menguntungkan atau tidak ada perubahan (misalnya, tidak ada perbedaan). Anda kemudian akan menguji prediksi ini menggunakan prosedur statistik.

B.     Dasar-dasar dalam Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif mengkaji atau memahami fenomena sosial melalui gambaran holistik dan memperbanyak pemahaman mendalam Moleong (2011). Fenomena sentral adalah konsep atau proses yang dieksplorasi dalam penelitian kualitatif. Menurut Leddy (2005) studi kualitatif memanfaatkan data nonnumerik (misalnya, informasi verbal, tampilan visual). Peneliti kualitatif sering membangun narasi interpretatif dari data mereka dan mencoba untuk menangkap kompleksitas fenomena tertentu.
Iskandar (2009) menyebutkan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Penelitian kualtitatif adalah penelitian yang berpegang kepada paradigma naturalistik atau fenomenologi. Ini karena penelitian kualitatif senantiasa dilakukan dalam setting alamiah terhadap suatu fenomena. Selain itu, penelitian kualitatif juga berpedoman kepada paradigma (pluralistik) maknanya lebih banyak menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan, lebih baik hasil penelitian, karena dapat memberikan bukti (chain of evidences) yang diperlukan untuk meningkatkan kesahihan internal (internal validity) dan kesahihan eksternal (eksternal validity) data yang dikumpulkan.

C.     Alat-alat yang Digunakan dalam Penelitian Kualitatif
Pengumpulan data pada setian penelitian sangat dibutuhkan untuk menunjang proses menjawab tujuan penelitian yang dilakukan. Setiap penelitian memiliki alat pengumpulan data yang berbeda-beda. Pada penelitian kualitiatif alat yang digunakan untuk mengumpukan data berupa instrumen. Menurut Indranata (2008)  instrumen penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Hal itu dilakukan  karena  jika memanfaatkan alat yang  bukan  manusia dan mempersiapkan diri terlebih dahulu sebagai yang lazim digunakan sebagai penelitian  klasik, maka sangat  tidak  mungkin untuk  mengadakan penyesuaian terhadap kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan.
Iskandar (2009) juga menyatakan  bahwa  peniliti kualitatif diharapkan mampu  menguasi  wawasan terhadap bidang yang diteliti. Tugas peneliti juga sebagai  instrumen  harus  mampu  menetapakan fokus penelitian memilih informan yang mampu memberikan informasi tentang masalah yang diteliti, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, menyajikan (display data) melakukan verifikasi dan  membuat kesimpulan atas temuan dilapangan sebagai jawaban dari masalah yang diteliti.

D.    Cara Merancang Penelitian Kualitatif
Seorang peneliti yang akan melakukan penelitian kualitatif harus terlebih dahulu memperhatikan prosedur atau langkah-langkah penelitian kualitatif. Prosedur penelitian kualitatif bersifat fleksibel sesuai dengan kebutuhan, serta situasi dan kondisi di lapangan. Sudarwan, 2002 (dalam Kuntjojo, 2009) menyebutkan secara garis besar tahapan serta hal umum yang harus dilakukan peneliti dalam penelitian kualitatif :
1.      Tahapan penelitian kualitatif
a)       Merumuskan masalah sebagai fokus penelitian
b)      Mengumpulkan data dilapangan
c)      Menganalisisi data
d)     Merumuskan hasil studi
e)      Menyususn rekomendasi untuk pembuatan keputusan.
2.      Hal umum yang harus dilakukan peneliti kualitatif
a)      Menyatakan masalah penelitian.
b)      Menyatakan penelitian merupakan hal esesial. Penelitian kualitatif melakukan penelitian dengan cara menggali dan memahami peristiwa, fenomena, gejala yang terjadi disetting sosial lapangan yang desuai dengan tujuan penelitian yang telah dinyatakan lebih awal.
c)      Pembatasan masalah melalui fokus penelitian
d)     Pembatasan masalah sangat menentukan dalam penelitian kualitatif, walaupun sifatnya masih tentatif atau sementara.
Menurut Creswell (2014) penelitian kualitatif juga memiliki rancangan penelitian yang spesifik. Rancangan ini utamanya terkait dengan pengumpulan data, analisis data, dan  laporan penelitian , tetapi tetap berasal dari berbagai disiplin dan terus berkembang dinamis sepanjang proses penelitian (misalnya, jenis problem, masalah etis, dan sebagainya).  Dalam  menulis prosedur  penelitian untuk proposal kualitatif, pertimbangkan tips penelitian berikut ini:
1.      Jelaskan rancangan spesifik yang akan digunakan dan berikan tinjaun pustaka yang membahas pendekatan tersebut
2.      Sajikan sejumlah informasi historis mengenai rancangan penelitian yang akan diterapkan, misalnya asal mulanya, penerapannya, dan definisi ringkasnya.
3.      Jelaskan mengapa strategi tersebut dianggap sesuai untuk anda gunakan dalam penelitian.
4.      Jabarkan pula bagaimana penggunaan strategi tersebut dapat menentukan banyak aspek proses rancangan, misalnya problem, rumusan masalah, cara pengumpulan data, langkah analisis data, dan narasi/laporan akhir.

E.     Cara Menganalisis Fitur Serta Tahapan dalam Penelitian Kualitatif
1.      Fitur Penelitian Kualitatif
Wallen 2014 menyebutkan beberapa fitur umum yang menjadi ciri sebagian besar penelitian kualitatif, Bogdan dan Biklen mendeskripsikan  lima fitur  penelitian kualitatif:
a)      Pengaturan alam adalah sumber langsung data, dan peneliti adalah instrumen kunci dalam penelitian kualitatif.
b)      Data kualitatif dikumpulkan dalam bentuk kata atau gambar dan bukan angka. Jenis-jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif termasuk transkrip wawancara, catatan lapangan, foto, rekaman audio, videotape, buku harian, komentar pribadi, memo, catatan resmi, bagian buku teks, dan hal lain yang dapat menyampaikan kata-kata atau tindakan nyata orang-orang.
c)      Peneliti kualitatif peduli dengan proses serta produk. Peneliti kualitatif sangat tertarik pada bagaimana hal-hal terjadi.
d)     Peneliti kualitatif cenderung menganalisis data mereka secara induktif. Peneliti kualitatif tidak biasa merumuskan hipotesis sebelumnya dan kemudian mencari untuk mengujinya. Sebaliknya, mereka cenderung "memainkannya ketika penelitian itu berjalan.
e)      Bagaimana orang-orang memahami kehidupan mereka merupakan perhatian utama bagi peneliti kualitatif. Minat khusus Peneliti kualitatif terletak pada perspektif subyek penelitian. Peneliti kualitatif ingin tahu apa yang dipikirkan subjek peneltian dalam sebuah penelitian dan mengapa mereka berpikir tentang apa yang mereka lakukan.


2.      Tahapan  penelitian  kualitatif
Langkah-langkah dalam penelitian kualitatif menurut  Wallen (2014). Langkah-langkah yang terlibat dalam melakukan penelitian kualitatif tidak berbeda dengan penelitian kuantitatif yaitu sering tumpang tindih dan kadang-kadang bahkan dilakukan secara bersamaan. Setiap penelitian kualitatif memiliki titik awal dan akhir yang berbeda.
a.       Identifikasi fenomena yang akan dipelajari. Sebelum studi apa pun bisa dimulai, peneliti harus mengidentifikasi fenomena khusus untuk diselidiki. Misalkan, seorang peneliti ingin melakukan penelitian dengan tujuan untuk menyelidiki interaksi antara siswa minoritas dan nonminoritas di sekolah menengah di kota. Diakui, ini adalah topik yang agak umum, tetapi itu memberikan titik awal dari mana peneliti dapat melanjutkan. Disebutkan sebagai pertanyaan penelitian, peneliti mungkin bertanya: "Sejauh mana dan dalam hal apa siswa minoritas dan nonminoritas di sekolah menengah dalam kota berinteraksi?" Pertanyaan seperti itu menunjukkan apa yang dikenal sebagai masalah yang dibayangkan.
b.      Identifikasi peserta dalam penelitian. Para peserta dalam penelitian ini merupakan  sampel  individu yang akan diamati (diwawancarai, dll.) dengan kata lain, subyek penelitian. Dalam  hampir semua penelitian kualitatif, sampel adalah  sampel purposive. Pengambilan sampel acak biasanya tidak layak, karena peneliti ingin memastikan  bahwa ia memperoleh sampel yang secara unik sesuai dengan tujuan penelitian.
c.       Generasi hipotesis. Tidak seperti dalam kebanyakan studi kuantitatif, hipotesis tidak diajukan pada awal penelitian oleh peneliti. Sebaliknya, mereka muncul dari data ketika studi berlangsung. Sebagian akan segera dibuang sedangkan yang lain dimodifikasi atau diganti dan yang baru dirumuskan. Sebuah studi kualitatif yang khas dapat dimulai dengan beberapa, jika ada, hipotesis yang diajukan oleh peneliti di awal, tetapi dengan beberapa yang dirumuskan, dipertimbangkan kembali, dijatuhkan, dan dimodifikasi sebagai hasil penelitian.
d.      Pengumpulan data. Tidak ada "pengobatan" dalam studi kualitatif, juga tidak ada "manipulasi" mata pelajaran. Para peserta dalam studi kualitatif tidak dibagi menjadi kelompok-kelompok, dengan satu kelompok yang terkena perawatan semacam dan efek dari pengobatan ini kemudian diukur dalam beberapa cara. Data tidak dikumpulkan pada "akhir" dari penelitian. Sebaliknya, pengumpulan data dalam studi penelitian kualitatif sedang berlangsung. Peneliti terus mengamati orang, peristiwa, dan kejadian, sering melengkapi pengamatannya dengan wawancara mendalam dari peserta terpilih dan pemeriksaan berbagai dokumen dan catatan yang relevan dengan fenomena yang menarik.
e.       Analisis data. Menganalisis data dalam studi kualitatif pada dasarnya melibatkan menganalisis dan mensintesis informasi yang diperoleh peneliti dari berbagai sumber (misalnya, observasi, wawancara, dokumen). Hipotesis biasanya tidak diuji dengan cara prosedur statistik inferensial, seperti halnya dengan penelitian eksperimental atau asosiasional, meskipun beberapa statistik, seperti persentase, dapat dihitung jika muncul mereka dapat menjelaskan detail spesifik tentang fenomena yang sedang diselidiki. Analisis data dalam penelitian kualitatif, bagaimanapun, sangat bergantung pada deskripsi; bahkan ketika statistik tertentu dihitung, mereka cenderung digunakan dalam bentuk deskriptif daripada pengertian inferensial.
f.       Interpretasi dan kesimpulan. Dalam riset kualitatif, interpretasi-interpretasi masih terus dilakukan sepanjang studi. Meskipun para peneliti kuantitatif secara bebas telah mengambil kesimpulan dari bagian akhir penelitian mereka, para peneliti kualitatif cenderung menggunakan interpretasi-interpretasi yang ada di luar. Sebagai hasilnya, seseorang menemukan kesimpulan peneliti dalam studi kualitatif kurang lebih terintegrasi dengan langkah-langkah lain dalam proses penelitian.


Menurut Iskandar (2009) seorang peneliti yang ingin menjalankan penelitian kualitatif harus memperhatikan langkah-langkah umum sebagai berikut:
1.      Menyatakan Masalah Penelitian
Penelitian kualitatif melalukan penelitian dengan dengan cara menggali dan memahami peristiwa, fenomena, gejala yang terjadi di setting sosial lapangan.
2.      Pembatasan Masalah melalui fokus penelitian
Penelitian kualitatif dimulai dari adanya masalah-masalah yag harus diteliti. Pembatasan masalah melalui fokus penelitian merupakan tahap yang sangat menentukan dalam penelitian kualitatif, walaupun sifatnya masih tentatif atau sementara dan masih terus berkembang sewaktu penelitian.
3.      Perumusan masalah
Perumusan masalah merupakan hal yang penting dalam menjalankan penelitian kualitatif yang berbentuk pertanyaan yang dapat memandu peneliti untuk menjalankan penelitian.
4.      Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk mencari solusi atau pemecahan masalah yangbtelah dirumuskan.
5.      Mengumpulkan Literatur Yang Relevan
Kajian literatur yang berhubungan dengan penelitian yang hendak dijalankan oleh peneliti adalah sangat penting, seorang peneliti harus mengumpulkan sumber-sumber atau bahan-bahan literatur seperti buku-buku, hasil penelitian yang relvan dengan penelitian.
6.      Menentukan Pendekatan Penelitian
Menentukan pendekatan apa yang digunakan, yang sesuai dengan masalah yang diteliti, apakah peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi, pendekatan etnografi (budaya), pendekatan studi kasus, penelitian sejarah, dan penelitian tindakan, hal ini kembali pada relevansi masalah yang diteliti.
7.      Menentukan informan penelitian
Peneliti harus mendefinisikan subjek yang ingin diteliti. Peneliti harus membuat keputusan untuk memilih suatu populasi secara lebih spesifik (contohnya, siswa malas bolos belajar) atau populasi yang lenih umum (contohnya siswa kelas satu, guru, dosen atau orang tua siswa). Jika populasi yang ingin diteliti tersebut adalah populasi yang sangat spesifik, maka peneliti harus melihat kesesuaian dan kemudahan untuk mendapatkan subjek penelitian.
8.      Menentukan Waktu Penelitian
Peneliti harus menentukan time frame, yaitu anggapan waktu penelitian yang akan dijalankan. Sebaiknya penelitian menyediakan jadual peenelitian supaya dapat memprediksikan lamanya waktu yang dibutuhkan dalam menjalankan penelitian tersebut.
9.      Teknik Pengumpulan Data
Peneliti dapat menggunakan berbagai teknik pengumpulan data. Teknik yang biasa digunakan yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, dan analisis dokumen. Bagi setiap teknik yang ingin digunakan, pengkaji harus menyediakan peralatan yang ingin digunakan. Peralatan tersebut mungkin dalam bentuk pedoman wawancara, soal pemerhatian atau " check list".
10.  Kesahihan dan Keterandalan Data
Teknik-teknik yang biasa digunakan adalah seperti triangulasi, replication of logic, pattern matching. Untuk menilai keboleh percayaan data dan sistem koding yang digunakan formula yang dibuat oleh Cohen (1962) boleh digunakan.
11.  Analisis Data Penelitian
Teknik menganalisis data penelitian dapat dilakukan oleh peneliti dengan secara manual atau berbentuk perangkat komputer. Analisis data dilihat sebagai suatu bentuk penyediaan data dimana pengumpulan data dimulai dengan tahap penyediaan data, reduksi data, penyajian data atau disusun mengikuti kategori dan pengambilan kesimpulan sementara dan kemudian sampai kepada tahap membuat pernyataan kesimpulan mengenai jawaban dari masalah yang diteliti.


BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Tujuan penelitian kualitatif dan kuantitatif berbeda jika penelitian kuantitatif mencari hubungan antara beberapa variabel yang diteliti, sedangkan dalam penelitian kualitatif bertujuan untuk mengkaji fenomena umum. Hipotesis penelitian kuantitatif dimaksudkan untuk , sedangkan pada penelitian kualitatif. Hal yang mendasari adanya penelitian kualitatif ialah keingan seorang dalam mengkaji fenomena umum. Alat yang diguankan dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri dengan menggunakan instrument pengumpulan data. Penelitian kualitatif dapat dirancang secara fleksibel. Rancangan spesifiknya dengan menyajikan sejumlah informasi historis, menjelaskan mengapa strategi tersebut dianggap sesuai dalam penelitian, menjabarkan bagaimana penggunaan strategi tersebut dapat menentukan banyak aspek proses rancangan.
Fitur dalam penelitian kualitatif dinataranya pengaturan alam,  data kualitatif dikumpulkan dalam bentuk kata atau gambar, peneliti kualitatif peduli dengan proses serta produk, peneliti kualitatif cenderung menganalisis data mereka secara induktif, dan bagaimana orang-orang memahami kehidupan mereka merupakan perhatian utama bagi peneliti kualitatif. Serta tahapan dalam penelitian kualitatif diantaranya: identifikasi fenomena identifikasi peserta dalam penelitian, generasi hipotesis, pengumpulan data, analisis, data interpretasi dan kesimpulan.
2.      Saran
Sebaiknya dalam melaksanakan penelitan hendaknya peneliti memahami masalah yang akan diteliti dan memahami konsep dasar dari jenis penelitian, sehingga peneliti tidak keliru dalam menentukan jenis penelitian.





DAFTAR PUSTAKA

Abu, Achmadi  dan Cholid Narbuko. 2003. Metodologi Penelitian. PT. Bumi Aksara: Jakarta.
Creswell, John W. 2014. Educational Research: Planning, Conducting, And Evaluating Quantitative And Qualitative Research. Pearson: New York.
Ditjen. PMPTK. 2008. Pendekatan, Jenis, Dan Metode Penelitian Pendidikan. Ditjen PMPT: Jakarta.
Indranata, Iskandar. 2008. Pendekatan Kualitatif untuk Pengendalian Kualitas. UI Press: Jakarta 
Iskandar. 2009 . Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kualitattif dan Kuantitatif). Ciputat Jakarta: Gaung Persada Press
Moleong. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya: Bandung.

Musianto, Lukas S. 2002. Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. 4, No. 2, September  2002: 123 - 136
Noelaka, Amos. 2014. Metode Penelitian dan Statistik untuk Perkuliahan Penelitian Mahasiswa Sarjana dan Pasca Sarja. PT. Remaja Rosdakarya: Bandung.

Raco. 2010. Metode Penelitian Kualitatif Jenis, Karakteristik, dan Keunggulannya. PT. Grasind: Jakarta.
Sudarwan, Danim. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Pustaka Setia: Jakarta
Wallen, Norman dan Jack R. Fraenkel. 2016.. How To Design And Evaluate Research In Education. ­ McGraw-Hill Companies, Inc: New York.

Comments

Popular posts from this blog

PENELITIAN HISTORI